Meski Pandemi, DISKOMINFO Tetap Aksi Berdayakan Agen Informasi

Diskominfo
Turut disuguhkan drama KIM oleh pegawai Diskominfo Kabupaten Karanganyar untuk menyemarakkan acara.

KARANGANYAR-Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karanganyar selenggarakan workshop pemanfaatan media sosial bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Karanganyar , dengan fokus membuat dan mengelola akun media sosial instagram resmi untuk masing-masing KIM.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Jaten pada Selasa (17/07/20) ini mengambil tema “agen informasi desa, aktif dan produktif di masa pandemi”.  KIM yang hadir berasal dari perwakilan kecamatan se Karanganyar. Kecuali Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, Colomadu, Kerjo dan Tasikmadu.

Namun untuk kedepannya lima kecamatan ini akan difasilitasi oleh Diskominfo Kabupaten Karanganyar untuk membentuk KIM.

Camat Jaten Dwi Saptohaji, S.P.,M.M. menyambut baik workshop yang diadakan Diskominfo Kabupaten  Karanganyar, dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan KIM sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi yang valid dan benar kepada masyarakat.

Ditambah lagi dengan keberadaan medsos (media sosial ) yang saat ini sudah menjadi hal yang biasa. Dia berharap agar informasi bisa diserap masyarakat dengan mudah dan cepat tanpa mengenal usia, golongan serta jabatan. Baik itu  informasi publik yang terkait dengan pembangunan, kesehatan maupun pendidikan kepada masyarakat.

“Dengan workshop ini semoga mendapatkan pengalaman, informasi dan pengetahuan untuk diteruskan bagi kepentingan publik. Pengguna medsos memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam menggunakannya, apapun yang diunggah, ditulis dan yang diinformasikan hakikatnya adalah tanggung jawab pribadi” terangnya.

Sementara Kepala Diskominfo Kabupaten Karanganyar  Drs. Sujarno, M.Si.  menjelaskan makin kesini penggunaan teknologi informasi oleh masyarakat sudah menjadi hal biasa, sehingga dibutuhkan pula peningkatan kemampuan para anggota KIM dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk aktivitasnya.

Begitupula kemampuan dalam mengelola media sosial sebagai sarana diseminasi atau penyebaran  informasi harus dikuasai KIM. Media komunikasi tatap muka tetap dibutuhkan tapi seiring dengan kemajuan teknologi didukung gaya hidup di masa pandemik, penyebaran informasi melalui media sosial menjadi lebih diminati.

“Untuk itu hari ini KIM bersama -sama akan belajar membuat akun dan mengelola media sosial untuk mempublikasikan informasi-informasi penting dan bermanfaat bagi masyarakat. Kini dengan bantuan teknologi informasi aktifitas KIM yang meliputi ADINDA (Akses Informasi, Diskusi, Implementasi, Networking, Diseminasi dan Aspirasi) bisa lebih mudah” ungkapnya.

Kepala Seksi Pelayanan Informasi Publik Sopiyatun, S.Sos., M.I.Kom yang juga sebagai narasumber dalam workshop tersebut mengungkapkan bahwa anggaran untuk pemberdayaan KIM tiap tahun ada, tapi untuk kegiatannya tidak selalu berupa workshop tetapi juga dilakukan monitoring dan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan serta kendala dan kesulitan yang dihadapi.

”Untuk tahun ini lebih fokus kepada pemanfaatan media sosial karena sekarang akses informasi sudah banyak dilakukan lewat medsos jadi orang lebih banyak mengecek medsos daripada website meski keduanya penting, tapi kita lebih melihat ke minat masyarakat” jelasnya.

Pemberdayaan KIM telah dimulai sejak tahun 2016, dari yang awalnya informasi disampaikan secara tatap muka hingga sekarang dilakukan lewat group WhatsApp. Namun yang terpenting  informasi penting dari pemerintah bisa selalu disebarluaskan ke masyarakat.

Terkait protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 juga disosialisasikan lewat KIM.  Diskominfo juga sudah membuat konten visual protokol kesehatan yang disebarluaskan lewat medsos Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Website  serta  lewat KIM. Diskominfo (An,Ard,Wf)

KIM Wajib Cerdas Mengelola Informasi

Para peserta Rakor Pembinaan Kelompok Informasi (KIM) tampak serius menyimak paparan yang disampaikan oleh Bpk. Teguh Triyono,S.H.,M.Si. Kasi Pelayanan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kab.Karanganyar ini membawakan materi seputar “Optimalisasi KIM sebagai Penyangga Diseminasi Informasi di Kab.Karanganyar”.

Acara Rakor dan pembinaan KIM tahun 2019 dilaksanakan di Balai Desa Dawung Kecamatan Matesih, Kamis (27/6). Dinas Komunikasi dan Informatika mengundang KIM Puspa Lestari Desa Blorong Jumantono, KIM Markisa Banjarsari Tawangmangu, KIM Mukti Rahayu Sidomukti Jenawi, KIM Desa Nglegok Ngargoyoso,KIM Desa Plosorejo Matesih,dan KIM Plamar Jatiyoso .

Drs. Agung Tjahtjo Nugroho,M.M mewakili Kepala Diskominfo pada sambutannya menyampaikan bahwa KIM adalah kepanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan ke masyarakat. Sebagai agen informasi,KIM harus cerdas dalam mengelola informasi agar tidak terjebak menyebarkan hoax.

Sementara Camat Matesih, Mulyono,S.H,M.M berharap agar anggota KIM mengerti betul apa yang harus dilakukan setelah KIM terbentuk. KIM seyogyanya sering berkoordinasi dengan jajaran Diskominfo untuk makin bisa mempublikasikan keberadaan KIM ke dunia luar.
Acara Rakor dan Pembinaan KIM berakhir dengan sukses dan lancar. (sf).

KIM SETIA MOJOGEDANG BERBAGI TIPS MENDAMPINGI ANAK SAAT ONLINE

Bu Pur segera berdiri setelah saya dekati. Saya bermaksud mengajaknya dialog tentang pengalamannya dalam menggunakan telepon seluler. “Bu, saya mau tanya”, katanya mengawali ceritanya. Bu Pur memiliki cucu, yang masih usia anak-anak. Cucu-cucunya sering meminjam HP miliknya, suatu saat, cucunya asal mencet-mencet Hp tersebut dan tiba-tiba keluarlah, sesuatu yang mengejutkan Bu Pur. Sesuatu yang tidak patut dilihat anak-anak.”Bagaimana bu, supaya hal-hal itu tidak terjadi lagi?”, tanyanya.

Ibu Kabul Sri Wahyuni-Ketua KIM Setia Desa Pojok Kec. Mojogedang

Ibu Kabul Sri Wahyuni-Ketua KIM Setia Desa Pojok Kec. Mojogedang

Pengalaman buruk yang dialami Bu Pur hanyalah salah satu dari ketidaktahuan para orang tua tentang bagaimana harus berhadapan dengan dunia digital.Apa yang harus dilakukan ketika anak kecanduan gadget sampai lupa waktu. Bagaimana bersikap ketika internet dibutuhkan untuk membantu mengerjakan tugas sekolah, namun dilain sisi internet juga sarat dengan muatan negatif seperti pornografi, kekerasan, dan lain sebagainya. Berinternet secara sehat dan cerdas adalah jawabannya. Internet sehat mengandung maksud menggunakan internet secara bertanggung jawab, untuk kegunaan yang bersifat positif dan mencerdaskan, tidak melanggar moral, etika, dan ketentuan hukum.

Ibu-ibu kader kesehatan Desa Pojok dalam peserta penyuluhan Internet Sehat

Ibu-ibu kader kesehatan Desa Pojok,peserta penyuluhan Internet Sehat

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “Setia” Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Ibu Kabul Sri Wahyuni, Jum’at (29/7) memaparkan materi mengenai  pentingnya orang tua   mendampingi anak, saat anak menggunakan internet. Ibu Kabul telah mendapatkan materi mengenai pendampingan orang tua terhadap aktivitas online anak dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo Kab. Karanganyar, karenanya agar pengetahuan ini bisa dipahami masyarakat luas, ia menyebarluaskannya.

Ibu Sofi dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo memandu dialog bersama peserta

Ibu Sofi dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo memandu dialog bersama peserta

Hadir pada kesempatan Pemberdayaan KIM tersebut Kepada Desa Pojok , Ibu Wiwin Indarwati, Bidan Desa, Tim Pembina KIM Dishubkominfo dan ibu-ibu kader kesehatan se-Desa Pojok Mojogedang.  Sesi dialog yang dipandu Ibu Sofi dari Dishubkominfo  mendapat sambutan positif dari para ibu. Beberapa bertanya tentang apa itu wifi, hot spot, bagaimana mengamankan telepon seluler berpulsa internet agar tidak berbahaya ketika dipergunakan anak, dan beberapa berbagi cerita mengenai  memberikan HP kepada anak sesuai dengan kebutuhannya (sf).

PEMBERDAYAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM)

PENTING ! PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PENGGUNAAN INTERNET OLEH ANAK

KIM-Markisa Tw3

pemberian materi informasi mengenai pengawasan pemakain internet untuk anak

Kehadiran internet dewasa ini sudah menjadi keniscayaan, bahkan sampai di sudut-sudut desa. Pemakaian internet menjadi salah satu indikator melek tekhnologi informasi, namun tanpa pendampingan yang intens dari para orang tua, penggunaan internet oleh anak dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif seperti mengakses pornografi, bullying lewat media sosial, kecanduan game online dan sebagainya. Disinilah sangat diperlukan peran orang tua untuk mengarahkan anak menggunakan internet untuk hal-hal positif dan produktif.