PAMERAN INTANPARI 2016 DISHUBKOMINFO KAB. KARANGANYAR MEMASARKAN PRODUK-PRODUK LOKAL KIM BINAAN

PAMERAN INTANPARI 2016

DISHUBKOMINFO KAB. KARANGANYAR  MEMASARKAN PRODUK-PRODUK LOKAL KIM BINAAN

 

Stand Dishubkominfo yang mengangkat Produk olahan KIM Binaan

Stand Dishubkominfo yang mengangkat Produk olahan KIM Binaan

Keripik rambak kulit sapi, aneka keripik dari daun-daunan seperti keripik sledri, kripik selada, kripik jamur, kripik bayam, keripik pare, keripik pegagan ditata rapi di meja stan. Keripik-keripik tersebut merupakan produksi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Markisa Banjarsari Tawangmangu, binaan Dishubkominfo Kab. Karanganyar.

pameran intanpari 12Masih di area meja, dijajakan juga bir plethok dari bahan jare, serbuk wedang jahe, yang merupakan produk hasil olahan dari KIM berbasis Kelompok Wanita Tani Ngudi Rejeki Gondangrejo. Selain produk makanan olahan, dipasarkan juga sabun herbal dengan berbagai pilihan seperti sabun sirih, sabun manggis, lengkuas, beras putih, strowvbery, madu, dan sebagainya. Diemas dalam kemasan cantik kotak-kotak kecil sabun itu diberi merek Sabun Mandi Herbal REMPAH, bawaan dari Kim Tawangmangu.

suasana pameran, ramai oleh pengunjung

suasana pameran, ramai oleh pengunjung

 

 

 

 

Dalam rangka memperingati hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-99 Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Pameran Intapari. Pameran ini berlangsung dari tanggal 11 hingga 14 November, bertempat di Plasa Alun-alun Kabupaten Karanganyar. Dishubkominfo selaku tenan stand, mengangkat produk-produk lokal bikinan para KIM binaan. Ada produk dari KIMI Markisa Tawangmangu, Kim Ngudi Rejeki Ndayu Gondangrejo dan KIM Blorong Jumantono.

Brosur informasi dari Tim Pemberdayaan KIM

Brosur informasi dari Tim Pemberdayaan KIM

Disamping menjajakan produk olahan, Stand KIM juga menyediakan brosur-brosur informasi pembangunan Kabupaten Karanganyar, dan brosur mengenai Internet Sehat.(sf)

KIM SETIA MOJOGEDANG BERBAGI TIPS MENDAMPINGI ANAK SAAT ONLINE

Bu Pur segera berdiri setelah saya dekati. Saya bermaksud mengajaknya dialog tentang pengalamannya dalam menggunakan telepon seluler. “Bu, saya mau tanya”, katanya mengawali ceritanya. Bu Pur memiliki cucu, yang masih usia anak-anak. Cucu-cucunya sering meminjam HP miliknya, suatu saat, cucunya asal mencet-mencet Hp tersebut dan tiba-tiba keluarlah, sesuatu yang mengejutkan Bu Pur. Sesuatu yang tidak patut dilihat anak-anak.”Bagaimana bu, supaya hal-hal itu tidak terjadi lagi?”, tanyanya.

Ibu Kabul Sri Wahyuni-Ketua KIM Setia Desa Pojok Kec. Mojogedang

Ibu Kabul Sri Wahyuni-Ketua KIM Setia Desa Pojok Kec. Mojogedang

Pengalaman buruk yang dialami Bu Pur hanyalah salah satu dari ketidaktahuan para orang tua tentang bagaimana harus berhadapan dengan dunia digital.Apa yang harus dilakukan ketika anak kecanduan gadget sampai lupa waktu. Bagaimana bersikap ketika internet dibutuhkan untuk membantu mengerjakan tugas sekolah, namun dilain sisi internet juga sarat dengan muatan negatif seperti pornografi, kekerasan, dan lain sebagainya. Berinternet secara sehat dan cerdas adalah jawabannya. Internet sehat mengandung maksud menggunakan internet secara bertanggung jawab, untuk kegunaan yang bersifat positif dan mencerdaskan, tidak melanggar moral, etika, dan ketentuan hukum.

Ibu-ibu kader kesehatan Desa Pojok dalam peserta penyuluhan Internet Sehat

Ibu-ibu kader kesehatan Desa Pojok,peserta penyuluhan Internet Sehat

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “Setia” Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Ibu Kabul Sri Wahyuni, Jum’at (29/7) memaparkan materi mengenai  pentingnya orang tua   mendampingi anak, saat anak menggunakan internet. Ibu Kabul telah mendapatkan materi mengenai pendampingan orang tua terhadap aktivitas online anak dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo Kab. Karanganyar, karenanya agar pengetahuan ini bisa dipahami masyarakat luas, ia menyebarluaskannya.

Ibu Sofi dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo memandu dialog bersama peserta

Ibu Sofi dari Tim Pemberdayaan KIM Dishubkominfo memandu dialog bersama peserta

Hadir pada kesempatan Pemberdayaan KIM tersebut Kepada Desa Pojok , Ibu Wiwin Indarwati, Bidan Desa, Tim Pembina KIM Dishubkominfo dan ibu-ibu kader kesehatan se-Desa Pojok Mojogedang.  Sesi dialog yang dipandu Ibu Sofi dari Dishubkominfo  mendapat sambutan positif dari para ibu. Beberapa bertanya tentang apa itu wifi, hot spot, bagaimana mengamankan telepon seluler berpulsa internet agar tidak berbahaya ketika dipergunakan anak, dan beberapa berbagi cerita mengenai  memberikan HP kepada anak sesuai dengan kebutuhannya (sf).

Pengukuhan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Jatiwarno Kecamatan Jatipuro

PENGUKUHAN KIM (KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT)
DESA JATIWARNO KECAMATAN JATIPURO

DSC_0098

Pengukuhan KIM oleh Kades Jatiwarno

Jumlah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Karanganyar tahun 2016 ini bertambah lagi. Selasa, 5 April 2016, bertempat di Aula Balai Desa Jatiwarno, Kepala Desa Jatiwarno Dra. Sri Ruswanti, mengukuhkan kepengurusan KIM Jatiwarno.

KIM Desa Jatiwarno diketuai oleh Sujito, beranggotakan 16 orang dari berbagai elemen seperti PKK, Pemerintah Desa, Karangtaruna, Pokja Kesehatan, unsur pengurus DS3 (Desa Siaga sehat Sejahtera) dan beberapa elemen lain. Dengan keikutsertaan berbagai unsur masyarakat ini, ke depan KIM Jatiwarno diharapkan akan lebih mengalami keragaman dalam sumber informasi, begitu pula jenis informasinya dan sasaran informasi yang hendak dituju.

PEMBERDAYAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM)

PENTING ! PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PENGGUNAAN INTERNET OLEH ANAK

KIM-Markisa Tw3

pemberian materi informasi mengenai pengawasan pemakain internet untuk anak

Kehadiran internet dewasa ini sudah menjadi keniscayaan, bahkan sampai di sudut-sudut desa. Pemakaian internet menjadi salah satu indikator melek tekhnologi informasi, namun tanpa pendampingan yang intens dari para orang tua, penggunaan internet oleh anak dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif seperti mengakses pornografi, bullying lewat media sosial, kecanduan game online dan sebagainya. Disinilah sangat diperlukan peran orang tua untuk mengarahkan anak menggunakan internet untuk hal-hal positif dan produktif.

Untitled

DSC_0006

Keripik Jantiharjo Karanganyar

20150423_095057    Keripik Jantiharjo ini adalah salah satu kerajinan pangan yang dibuat oleh masyarakat Kelurahan Jantiharjo di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.

Para pengrajin keripik di Jantiharjo ini begitu memperhatikan kualitas makanan yang diolah. mulai dari pemilihan bahan dan minyak yang digunakan dalam proses penggorengan.

keripik yang mereka olah terdiri dari beraneka macam keripik seperti

1. keripik usus,

2. keripik pare,

3. keripik jamur tiram dan jamur kuping,

juga termasuk onde-onde ceplis yang begitu renyah ketika digigit.

kemasan yang menarik memungkinkan camilan ini dibawa pulang dengan aman dan sehat.

tertarik ? bisa langsung menghubungi si pemilik, Ibu LAGIYANI

Parket (Lantai Kayu) Tawangmangu

Parket (Tikar Kayu)

Parket (Tikar Kayu)

Parket (Tikar Kayu) ini dibuat oleh pengrajin dari Tawangmangu.

Tikar pak sugiyono ini bisa diaplikasikan di setiap sisi lantai rumah atau perkantoran. Sebagai tikar ruang tamu, atau cart port dan lain sebagainya. Tikar yang dibuat dari bahan Kayu Jati dan Kayu Pinus, Potongan kayu atau parket ini kemudian ditata sedemikian rupa membentuk tikar dengan ukuran setiap kotaknya 30 x 30 cm.

selanjutnya setiap kotak dapat dipasang dengan kotak lain sehingga membentuk tikar. mudah diaplikasikan dan dapat dipindah – pindah dengan mudah seperti tikar sebagai namanya.

Tikar pak sugiyono ini walaupun dibuat diatas tatakan plastik namun kekuatannya tidak diragukan. Bahkan si pemilik sendiri menggunakannya sebagai car port.

Batik Girilayu Karanganyar, manisnya batik tulis

20150423_162058Berbicara tentang Batik tentunya berhubungan erat dengan gaya berpakaian manusia Jawa. Salah satu fungsi berpakaian disamping untuk menutup aurat dan melindungi diri dari gangguan alam, juga berpakaian untuk keindahan dalam berpenampilan. pemilihan motif dan warna pakaian dapat diwujudkan dalam corak batik. Secara Tradisional Batik dibuat dengan cairan sejenis lilin yang dapat meresap dalam kain atau serap. Tahapannya dimulai dari membuat pola, pencelupan pewarnaan untuk mendapatkan karya batik yang di inginkan.

Brownis Cinta, Berawal dari Cinta jadi Primadona Warga

Dapur di salah satu rumah di Badranasri RT 2/ RW IX Cangakan, Karanganyar terlihat sibuk sehari-hari. Sejumlah bahan makanan seperti tepung terigu, telur, margarin, coklat, dan lainnya terlihat menggunung di salah satu sisi ruangan. Nampak pula seorang ibu muda tengah asyik mencampur semua bahan-bahan tersebut di sebuah baskom. Sesekali dia menambahkan tepung terigu lantaran adonan terlalu lembek.

Chrysant,,

bunga Crystant

bunga Crystant

Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso berada di lerang Lawu dengan hawa dingin, sangat cocok untuk bertandi buah dan sayuran. Tanaman sayuran telah dibudidaya semenjak nenek moyang warga desa Berjo yang menghidupi kebutuhan sehari-hari mereka. Kondisi Ekonomi pas-pasan warga Berjo selama ini perlu diubah, petani sayur harus mecari Inovasi dengan terobosan tanaman baru. itulah awal dorongan pemikiran anak desa Berjo yang bernama Heri Kriswanto, berpostur tubuh tinggi semampai umur 25 tahun. salah satu pilihan untuk menjadi petani maju, disamping sebagai petani sayur, putra Daerah ini memilih petani bungan dengan menanam bunga Crystant yang tergabung dalam kelompok tani. Dalam kelompok tani tersebut ada petani padi, petani sayur, petani bunga dll, namun satu-satunya petani bunga Crystant adalah Heri Kiswanto.